Tengok.id – Menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Olimpiade, adalah impian semua negara di dunia. Tapi tak mudah.

Ada persyaratan amat ketat untuk menjadi tuan rumah bagi gelaran kompetisi olahraga multi-cabang terbesar di dunia itu. Sebab, Olimpiade akan diikuti lebih dari 200 negara dan melibatkan puluhan ribu atlet plus ofisial.

Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah. Dua kali sukses menggelar Asian Games, jadi salah satu poin penting. Poin lainnya, tentu, terkait sarana dan prasarana olahraga milik Indonesia yang sudah bertaraf internasional. Plus antusiasme masyarakat Indonesia pada olahraga, dan keramahannya sebagai tuan rumah.

Presiden Komite Olimpiade Dunia (IOC) Thomas Bach yang khusus datang ke Indonesia untuk menyaksikan acara penutupan Asian Games 2018, Minggu (2/9/2018), begitu terkesan. Meski memiliki waktu persiapan yang singkat (menggantikan Hanoi, Vietnam yang mendadak mengundurkan diri pada 2014), Indonesia dinilai Thomas Bach, sukses menggelar Asian Games 2018.

Presiden Komite Olimpiade Dunia (IOC) Thomas Bach

“Karena dengan Asian Games ini, dengan kesuksesan besar ini, Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka memiliki semua dasar untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses,” kata Bach kepada para awak media di Jakarta, Minggu (2/9/2018).

“Di sini, di Indonesia, ada kombinasi yang hebat antara keramahan (masyarakat) dan efisiensi. Dan, inilah yang menjadi tujuan Olimpiade,” sambung Bach.

Thomas Bach bahkan membayangkan jika Olimpiade bisa digelar di kawasan Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi tuan rumah.

Baca: Tujuan Asian Games 2018 Tercapai?

“Saya membayangkan Indonesia sebagai tuan rumah, karena Olimpiade adalah ajang global dan ke universalannya harus tercermin tak hanya lewat partisipasi 206 negara, tapi juga dari penyelenggaraan Olimpiade di semua kawasan,” kata Bach.

Harapan Bach bukan tanpa alasan. Sebab masih ada dua wilayah yang belum menggelar Olimpiade. Yakni Afrika dan Asia Tenggara. Wilayah Afrika telah dijadwalkan untuk menggelar Olimpiade Pemuda (Youth Olympic Games/OYC) pada 2022.

Pengalaman penyelenggaraan kompetisi olahraga pemuda tingkat dunia itu, kata Bach, bisa jadi pertimbangan bagi IOC agar penyelenggaraan Olimpiade tahun 2032 berlangsung di Afrika.

Sementara Asia Tenggara, Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bach lantas menyampaikan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 menjadi modal awal bagi Indonesia untuk menggelar pesta olahraga yang lebih besar lagi, Olimpiade.

Pasalnya, negara-negara di kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan atau Tiongkok tidak akan bisa maju dalam pencalonan tuan rumah. Sebab negara tersebut sudah pernah menjadi tuan rumah turnamen olahraga terbesar di dunia itu.

Untuk Olimpiade 2032, dari Asia, sudah ada India yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Olimpiade mendatang yakni 2020 akan dihelat di Tokyo, Jepang. Kemudian Olimpiade 2024 akan diselenggarakan di Prancis, serta Olimpiade 2028 akan dihelat di Los Angeles, Amerika Serikat.

Presiden Joko Widodo pun yakin bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir pun mengakui bahwa Indonesia mendapat kesempatan untuk mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 setelah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018.***

 

Editor: Hasanuddin

Bagaimana menurut pembaca?