Tengok.id – Kekhawatiran Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengenai keamanan tim nasional Malaysia U-23 yang akan berlaga di Asian Games 2018 terus muncul. Mereka pun berharap adanya Barracuda, kendaraan taktis (rantis) milik Polri, yang akan mengawal para pemainnya menuju venue pertandingan dan begitu pula sebaliknya ketika akan pulang ke tempat penginapan.

Pelatih timnas Malaysia U-23, Ong Kim Swee, mengungkapkan bahwa sebenarnya dirinya maupun staf pelatih, ofisial, dan para pemain sudah cukup mengerti dengan atmosfer sepakbola yang terjadi di Indonesia. Walau begitu, ia meminta anak asuhnya untuk terus mengantisipasi dengan kondisi terburuk dan selalu bersiap tampil di Asian Games nanti.

“Saya sudah dihubungi Presiden FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia), Datuk Hamidin Mohd Amin, di mana kami akan mendapat seorang petugas keamanan yang melekat bersama tim karena kami tahu situasi di sana (Indonesia) cukup tegang,” kata Ong.

“Jika itu [menaiki Barracuda] jadi cara yang perlu dilakukan, pemain dan ofisial akan mengikuti setiap arahan yang dikeluarkan petugas keamanan,” imbuh Ong.

Sebenarnya, menggunakan Barracuda dari dan menuju venue pertandingan bukan hal asing bagi mereka. Hal yang sama telah dilakukan The Young Tigers [julukan timnas Malaysia U-23] ketika tampil di partai final SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menanggapi kekhawatiran pihak Malaysia, Ketua Umum PSSI Eddy Rahmayadi mengatakan, bahwa isu tersebut telah menjadi bagian dari tanggung jawab keamanan pihak kepolisian dan Indonesia sebagai tuan rumah. Namun, ia menegaskan, opsi menggunakan rantis untuk timnas Malaysia U-23 tetap terbuka.

“Yang tahu aman atau tidak amannya itu bukan mereka [pihak Malaysia], tapi pihak kepolisian. Jika polisi menyatakan sudah tidak aman, maka mereka akan mengambil langkah,” tutur Eddy.

“Kami profesional, kalau memang sudah tidak aman apapun kami lakukan untuk keselamatan mereka. Siapapun yang datang ke Indonesia harus aman dan nyaman,” tambah pria yang sebentar lagi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara ini.

Baca: Jelang Asian Games, 14 Terduga Teroris Digulung Densus 88

Insiden Jelang Asian Games 2018

Isu keselamatan The Young Tigers memang bukan hal baru di Indonesia. Isu ini bermula dari kejadian pelemparan botol dan benda-benda lainnya yang dilakukan oleh oknum suporter Indonesia, kala timnas Malaysia U-19 menaklukkan tim nasional Indonesia U-19 di semi final Piala AFF U-19 lalu di Sidoarjo, Jawa Timur.

Bahkan, akibat kejadian tersebut, skuad asuhan Bojan Hodak sempat tertahan beberapa menit di tengah lapangan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, sebelum akhirnya mendapatkan pengawalan ketat menuju ruang ganti hingga meninggalkan stadion.

Situasi kian memanas tatkala Amirul Ashrafiq Hanafih, pemain timnas Malaysia U-16, melakukan aksi tak terpuji. Sebelum keberangkatan menuju Surabaya untuk mengikuti ajang Piala AFF U-16 beberapa waktu lalu, Amirul mengunggah bendera Merah Putih secara terbalik di akun instagram story miliknya.

Aksi Amirul tersebut memicu kemarahan suporter Indonesia, terutama warganet. FAM pun kembali berang usai adanya oknum pendukung Indonesia yang menghina negara mereka dengan kata-kata tak pantas saat Malaysia menjalani laga perdana di penyisihan Grup B Piala AFF U-16 di Stadion Joko Samudra, Gresik (30/7/2018).

Melihat insiden tersebut, Menpora Malaysia Syed Saddiq Syeh Abdul Rahman, angkat bicara. Ia meminta jaminan keselamatan dari pemerintah Indonesia untuk timnas Malaysia saat berada di Indonesia untuk berlaga di Asian Games ke-18.

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha berpendapat bahwa sikap berang dan kekhawatiran sang Menpora Malaysia adalah hal yang wajar, karena tim tamu menginginkan keamanan dan kenyamanan ketika berlaga di Indonesia. Walaupun, seperti diketahui, Menpora Malaysia tersebut meminta FAM membuat laporan ke AFF, dan bisa saja berujung dengan sanksi bagi Indonesia.

“Tensi rivalitas sangat tinggi antara keduanya [Indonesia dan Malaysia]. Dengan begitu, PSSI mengajak suporter Indonesia untuk ikut membantu menjaga ketertiban dengan menghormati semua tim peserta,” ucap Tisha.***

Editor: Hasanuddin

Bagaimana menurut pembaca?