Terus Mengembangkan Produk Baru, Ciputra Development Siap Ekspansi

PROPERTI – PT Ciputra Development Tbk bakal perluasan dengan bermacam- macam proyek baru tahun depan. Mereka percaya, pasar properti tahun depan diprediksi hendak lebih baik dibandingkan tahun ini sebab tidak terdapat lagi jadwal politik di tingkatan nasional.

Buat itu, manajemen industri berkode saham CTRA siap menggelontorkan belanja modal ataupun capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun guna menunjang perluasan tersebut. Aditya Ciputra Sastrawinata, Head of Investor Relations Corporate Finance Ciputra Development mengatakan terdapat 2 katalis positif untuk industri properti.

Awal, keadaan sosial politik telah normal pasca pemilu. Kedua, suku bunga perbankan yang cenderung masih dapat turun. Dengan keadaan itu, CTRA hendak terus meningkatkan produk baru. Aditya menarangkan dari jenis produk, CTRA hendak fokus di perumahan CitraGran Cibubur .

CTRA hendak fokus pada pengembangan di kota Jabodetabek, Surabaya, Makassar, serta Medan.” Dari segi harga kami senantiasa fokus di dasar Rp 2 miliyar buat tingkatkan exposure terhadap end-user,” jelas Aditya, Kamis (19/12).  CTRA siap merogoh kocek serta mencari utang ke perbankan sampai terkumpul Rp 1 triliun- Rp 1,5 triliun buat pengembangan proyek baru. Tahun ini, CTRA pula menganggarkan belanja modal Rp 1,2 triliun- Rp 1,5 triliun. Sampai semester I 2019, realisasi capex baru Rp 600 miliyar buat menaikkan landbank.

Pusat belanja di 2020

Ada pula tahun depan, sebagian besar capex buat pengembangan pusat belanja. Antara lain, buat proyek pusat perbelanjaan di Tangerang serta Surabaya sebesar Rp 500 miliyar. Sisanya buat landbank di sebagian Pulau Jawa. Buat pusat perbelanjaan di Tangerang ialah pengembangan di kawasan Citra Raya. Proyek tersebut seluas 26.000 m persegi (m²) Net Leasable Zona (NLA).

Setelah itu, buat proyeknya di Surabaya salah satunya ialah mall extension di Ciputra World Surabaya sebesar 37.000 m² NLA. Masih di Surabaya, CTRA mempunyai proyek pusat perbelanjaan baru ialah CitraLand Surabaya sebesar 26.000 m² NLA. Terpaut landbank, Aditya menarangkan masing- masing tahun, CTRA meningkatkan produk baru di atas meneruskan pembangunan di proyek eksisting. Aditya mencontohkan sampai kuartal III/2019 telah launching 3 proyek di posisi baru serta dekat 10 cluster ataupun menara baru di proyek eksisting.

Strategi tersebut disebutnya mirip semacam tahun 2018 yang mana perseroan membuka 3 proyek di posisi baru serta launching dekat 19 cluster ataupun menara baru di proyek eksisting.” Strategi campuran ini hendak senantiasa kami jalankan tiap tahun,” jelas Aditya.

CTRA tercatat mempunyai landbank seluas 6. 300 hektare (ha) yang dibagi 2 jenis ialah dipunyai sendiri serta hasil skema join operation (JO). Ada pula lahan kepunyaan sendiri dekat 2.300 ha, dibagi sangat besar antara Jabodetabek serta Surabaya. Sebaliknya buat landbank lewat skema JO terdapat dekat 4.000 ha yang dibagi ke 30 kota di segala Indonesia.

Sampai kuartal III- 2019, Ciputra Development mengantongi pemasukan Rp 4,65 triliun, turun 0,75% secara year on year (yoy). Nyaris seluruh penjualan produk properti mencatatkan penyusutan, kecuali buat produk perkantoran. Cuma, donasi dari perkantoran sangat kecil, cuma 10% dari total pemasukan. Donasi sangat besar merupakan dari penjualan rumah hunian yang menggapai Rp 2,25 triliun, ataupun 48%

Tinggalkan komentar