Tengok.id– Transaksi tarif tol pasca-integrasi akan menjadi sistem transaksi terbuka karena pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi pada gerbang tol masuk (on-ramp payment). Sedangkan saat ini adalah sistem transaksi tertutup yakni pengguna tol harus melakukan 2-3 kali transaksi untuk menggunakan tol JORR sepanjang 76 km yang terdiri dari 4 ruas tol dan dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berbeda.

Akibat dari pemberlakuan integrasi tol, maka tarif pun berubah. Hitungannya tarif yang digunakan adalah tarif rata-rata ruas tol dikalikan penggunaan rata-rata jalan tol tersebut.

Pasca integrasi, pengguna tol JORR sepanjang 76 km dikenakan satu tarif, yakni Rp15.000 untuk kendaraan golongan 1, kendaraan golongan 2 dan 3 dikenakan tarif sebesar Rp22.500, golongan 4 dan 5 membayar Rp Rp30.000.

Saat ini, kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan yang menuju tol akses Pelabuhan Tanjung Priok, untuk golongan 1 membayar sebesar Rp34.000 dan kendaraan golongan 5 sebesar Rp94.500.

Pemberlakuan integrasi JORR membuat penurunan tarif tol, yaitu tarif golongan 1 turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan 5 turun sebesar Rp64.500.

Sementara bagi pengguna jalan tol ruas Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Bintaro tetap membayar tarif tol Ulujami-Pondok Aren sebesar Rp3.000 untuk golongan 1.

(baca:e-Toll ‘Rumahkan’ 20.000 Pekerja Tol)

Sedangkan ruas tol Ulujami-Pondok Aren yang menuju Ulujami dikenakan tarif Rp15.000, atau naik Rp2.500 dari yang saat ini sebesar Rp12.500.

Integrasi tarif tol ini sebagai upaya pemerintah mendorong terwujudnya sistem transportasi nasional yang efektif dan efisien untuk memperlancar mobilitas manusia, barang dan jasa.

Penerapan kebijakan integrasi transaksi tol sebagai tahapan menuju transaksi tol menerus atau multi lane free flow (MLFF) yang akan diberlakukan pada tahun 2019.

Integrasi transaksi tol telah dilakukan pada empat ruas tol yakni Jakarta-Palimanan-Brebes Timur (2016), Jakarta-Tangerang-Merak (2017), Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Semarang seksi ABC (2018).

Pemberlakuan kebijakan Integrasi Tarif Tol JORR ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 710/KPTS/M/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri PUPR No. 382/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, Tarif, dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren – Ulujami.

Bagaimana menurut pembaca?