Tengok.id – Skateboard, siapa yang tak kenal olahraga yang satu ini. Begitu banyak digandrungi masyarakat Indonesia, utamanya kawula muda yang tinggal di perkotaan.

Sesuai namanya, skateboard adalah jenis olahraga yang menggunakan papan (board) sebagai alat. Pada sebilah papan ini, lantas diberi roda.

Sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 1970-an. Di daerah atau di perkampungan, olahraga yang lebih sering disebut sebagai permainan ini digunakan dengan menggunakan papan kayu.

Sebagai penggeraknya atau roda, biasanya digunakan klaher (ball bearing) yang sudah tidak terpakai. Bentuknya ada yang dibuat semirip mungkin dengan alat skateboard asli sehingga dimainkan sebagaimana lazimnya skateboard. Namun ada pula yang dibuat dengan penambahan sebuah tiang yang berfungsi sebagai kemudi.

Pendek kata, skateboard sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1940 – 1950 an oleh Frank Nasworthy, peselancar dari California, Amerika Serikat.

Kala itu, Frank tak bisa berselancar lantaran perairan sedang tidak berombak. Guna menyalurkan hobinya, Frank lantas mencari alternatif lain. Berselancar di darat.

Papan pertama yang dibuatnya hampir mirip dengan papan surfing, yang selama ini dimainkannya di laut. Namun ukurannya agak kecil. Agar papan yang dibuatnya itu bisa berselancar di darat, Frank kemudian menambahkan ban roller skate (sepatu roda) yang kala itu sudah banyak dimainkan di Amerika.

Frank pun mulai memainkan papan selancar di daratan yang kemudian diberinya nama skateboard. Pada tahun 1970-an, Frank Nasworthy membuat ban skateboard dari bahan polyurethane atau yang biasa disebut Cadillac.

Dengan dibuatnya ban baru skateboard tersebut, membuat popularitas skateboard berkembang pesat. Banyak perusahan pabrik di California yang memodifikasi papan – papan skateboard. Seiring berkembangnya olahraga ini, banyak sekali modifikasi yang akhirnya melahirkan papan skateboarding seperti sekarang.

Dalam tempo singkat, skateboard sudah dimainkan masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, skateboard masuk di akhir tahun 1970-an. Para pecinta skate di Indonesia mendapatkan informasi seputar skate di dunia melalui video-video dan membaca majalah skateboard dari luar negeri. Seiring berjalannya waktu, olahraga yang tergolong ekstrim ini semakin berkembang di anak muda Indonesia.

Baca: Masyarakat Optimis Indonesia Masuk 10 Besar

Dengan semakin dicintainya olahraga skateboard ini mulailah muncul event – event kejuaraan skateboard di Indonesia. Melahirkan banyak komunitas skateboarding dan tentunya atlet skateboarding.

Setelah sekian dekade dimainkan, skateboarding akhirnya dipertandingkan di Asian Games 18 tahun 2018 lewat cabang olahraga Roller Sports (bersama skate roller atau sepatu roda), atas masukan Komite Olimpiade Asia (Olympic Committee Asia/OCA).

OCA merasa perlu menampilkan Roller Sports karena skateboard akan ditampilkan di Olimpiade Tokyo 2020, sedangkan roller skate bakal ditampilkan dalam Youth Olympic 2019 di Buenos Aires, Argentina. Asian Games 2018 dianggap sebagai sarana yang tepat untuk menguji kompetisi cabang Olimpiade tersebut.

Arena Roller Sports di Asian Games 2018 disiapkan di Jakabaring Sports City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan dan GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat. Di kedua tempat tersebut sudah ada arena roller skate. Tinggal menambahkan trek untuk skateboard.

Skateboarding adalah olahraga yang menuntut ketangkasan, kelincahan, keseimbangan, dan kecepatan skater untuk melakukan banyak trik menggunakan papan skate.

Lantas, siapa saja atlet skateboard andalan Indonesia? Berikut lima atlet skateboard andalan Indonesia :

1. Pevi Permana Putra
Lahir 25 Maret 1988 di Bandung, Jawa Barat. Akrab disapa Pevi dan merupakan profesional skateboarder Indonesia yang telah mengikuti kontes di Boston U.S.A di Tournament Dew Tour 2009, di Macau Asian dan beberapa kontes lainnya.

2. Agung Hb
Lahir 11 April 1986 Di Cengkareng, Jakarta. Agung HB adalah profesional skateboarder Indonesia yang juga pernah memenangkan kontes Lokal maupun Luar Negri.

3. Rino Herman a.k.a Rino Padang
Lahir 4 Januari 1987 di Pariaman, Sumatera Barat. Rino Herman pernah mengikuti beberapa kontes lokal dan baru-baru ini Rino Padang baru mengikuti kontes di Singapura.

4. Alfarizi a.k.a Ariez Cabe
Lahir 28 Maret 1988 Di Padang, Sumatera Barat. Ariez Cabe juga pernah mengikuti beberapa kontes lokal. Trik yang paling sering diperlihatkan adalah 360 Flip to 50-50.

5. Absar Lebeh
Lahir 3 May 1990 Di Padang, Sumatera Barat. Absar pernah mengikuti beberapa kompetisi di Indonesia bersama rekan rider substance dan baru-baru ini pergi tour ke KL Malaysia. Karir cemerlangnya yakni mendapatkan gelar 1st Place Lucky Line Skate Park Competition May 2012.***

Bagaimana menurut pembaca?