Kuliner, Tengokberita.com – Menikmati masakan Oseng-oseng bukan hal aneh. Karena bisa dipastikan, sebagian besar dari pemburu kuliner pernah merasakan Oseng-Oseng.

Tapi, Oseng-oseng yang berada di kanan-kiri Jl KH Ahmad Dahlan, Yogyakarya , tidak seperti biasanya. Rasanya bikin lidah ‘meledak’ karena begitu pedas. Hal ini sesuai dengan namanya, Oseng-oseng Mercon. Tetapi, ada pula yang menyebut Oseng-oseng bledek.

Oseng-oseng Mercon, bahan utamanya adalah cabai rawit, daging sapi atau kikil. Semua bahan itu dimasak bersama bumbu khusus dan tentu saja cabai rawit yang dicampur dengan cara dioseng – oseng.

(Baca: Sate Klathak, Kelezatan Dalam Potongan Jeruji Besi)

Sesuai dengan namanya, maka cabai rawit yang dipakai harus menggunakan perbandingan. Untuk 10 kg daging biasanya menggunakan 2 kg cabai rawit. Perbandingan ini dilakukan agar pedas yang dihasilkan seimbang dengan komposisi dagingnya. Dalam memasak Oseng -oseng Mercon tidak menggunakan kecap dan merica, sehingga rasa dari cabai rawit tersebut tetap terjaga.Oseng – Oseng Mercon ini biasanya disajikan bersama dengan nasi hangat.

Warung Oseng-oseng Mercon (Foto: Noor Fajar / Tengokberita.com)

Rasa dari Oseng-oseng Mercon sangat khas, terutama pada rasa pedasnya. Karena itu, orang yang menyantapnya biasanya ketagihan dan ingin menikmatinya lagi, meski rasanya sangat pedas.

Bagi anda yang tidak terlalu menyukai rasa pedas, bisa mengurangi jumlah cabai yang digunakan. Namun bagi anda pencinta makanan pedas, makanan satu ini merupakan menu wajib yang harus anda coba. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?