Tengok.id-Mulutmu harimaumu, demikian kata orang-orang bijak. Bahkan di negara yang menganut kebebasan berpendapat, tak bisa sembarangan mengeluarkan pernyataan. Lihat saja bagaimana Willy Toledo yang seorang aktor film layar lebar dan televisi diciduk aparat kepolisian setempat gara-gara mengolok-olok Tuhan dan Bunda Maria.

Dilansir dari The Guardian, Willy Toledo sebelum ditangkap polisi mengkritik penuntutan penodaan terhadap tiga wanita lewat media sosial, Facebook pada bulan Juli 2017. Kala itu Toledo membela tiga wanita yang berparade di kota selatan Sevilla dengan vagina raksasa, mensimulasikan prosesi agama dan menamakannya “Coño Insumiso” atau “Pussy yang Tidak Berhati”.

Dalam postingannya Toledo mengatakan: “Aku peduli pada Tuhan, dan aku punya cukup kotoran yang tersisa untuk kotoran dogma kesucian dan keperawanan Bunda Maria. Negeri ini sangat memalukan. Saya muak,”

Akibat postingan itu, Toledo dikecam oleh Asosiasi Pengacara Kristen Spanyol karena “Mengejek Tuhan dan Bunda Maria

Toledo kemudian ditangkap polisi atas perintah Pengadilan Madrid setelah sebelumnya dia dua kali tidak menghadiri panggilan polisi.

(baca:Penodaan Agama: Pertarungan Keadilan Substansi & Keadilan Prosedural)

Panggilan pertama pada 18 April, Toledo menolak datang dengan alasan dia tidak melakukan pelanggaran apapun sehingga tidak perlu muncul di hadapan hakim.
Akhirnya Pengadilan Madrid memerintahkan dia untuk ditahan setelah dia kembali mengabaikan panggilan untuk dimintai keterangan pada 28 Juni.

Pemenang Oscar Javier Bardem berbicara mendukung Toledo. Dia memperingatkan negara itu agar tidak kembali ke era diktator Francisco Franco. Saat dia berkuasa sangat represif.

Kasus penodaan agama menjerat banyak seniman. Mereka harus ditahan atau dipenjara karena menyuarakan pendapat mereka di Spanyol. Beberapa pengguna media sosial Twitter dan para rapper pun dituduh telah mendukung terorisme atau menghina raja melalui komentar atau lirik mereka.

Badan Amnesti Internasional menilai, Spanyol telah melakukan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi. Sebelumnya, rapper Spanyol Valtònyc harus melarikan diri ke Belgia untuk menghindari hukuman tiga tahun penjara. Belgia akan memutuskan apakah rapper berusia 24 tahun itu akan diekstradiksi atau tidak pada 17 September mendatang.

Ia dianggap mendukung terorisme, menghina Raja, dan menuliskan ancaman dalam lirik lagunya.

Bagaimana menurut pembaca?