Tengok.id, Jakarta – Pembukaan Asian Games 2018 secara resmi telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, pada Sabtu (18/8/2018). Pembukaan seremonial yang sangat megah itu mengundang banyak decak kagum, tak hanya dari masyarakat, namun juga mendapat sorotan  dunia. Nah, di antara negara peserta yang ikut serta dalam berbagai pertandingan Asian Games 2018, ada peserta yang akan berlomba untuk cabang olahraga kurash.

Terdengar asing di antara nama-nama cabang olahraga lainnya, baiknya kita simak tentang kurash. Kurash merupakan cabang olahraga asal Uzbekistan.

Loh, apakah Uzbeskitan masuk wilayah Asia. Ternyata memang Uzbeskitan merupakan wilayah negara yang berbatasan dengan Kazakhstan dan Laut Aral di utara dan barat laut, Turkmenistan di barat daya, Tajikistan di tenggara, Kirgistan di timur laut.

Uzbekistan adalah salah satu negara Asia Tengah terbesar dan satu-satunya negara Asia Tengah yang berbatasan dengan semua negara Asia Tengah.

Dari negara inilah, asal olahraga kurash yang dahulunya digunakan untuk memeriahkan berbagai kesenian dan acara tradisional masyarakat di sana.  Dari bahasa Uzbek “Kurash” diterjemahkan sebagai “mencapai obyektif dengan adil”.

Baca : Nenek 101 Tahun Raih 2 Medali Emas Lomba Lari Olimpiade

Menyimak sejarah kurash dari situs eastroute, kurash muncul sejak 35 abad lalu.  Kurash disajikan sebagai hiburan kesenian. Olahraga ini juga tercatat dalam sejumlah dokumen sejarah. Misalnya, Herodotus, yang tinggal di Yunani kuno, menulis tentang kurash dalam bukunya berjudul “Histories”. Dia menyebutkan bahwa olahraga ini sudah populer di wilayah Asia Tengah, yang sekarang merupakan Uzbekistan.

Dalam karya yang disebut “Alpomish”, yang ditulis lebih dari seribu tahun yang lalu, di Asia Tengah, kurash adalah seni bela diri yang terkenal dan populer.   Bahkan, ilmuwan terkenal dari abad ke-10 Avicenna, atau dikenal juga sebagai Abu Ali Ibnu Sina menyarankan dengan melakukan kurash secara teratur, maka seseorang bisa terlihat sehat dan memiliki semangat yang kuat.

Kini, kurash makin popular dan disudah dipraktikkan di berbagai penjuru dunia.  Tentu ini mejadi kebanggaan bagi warga Uzbek, dimana menurut mereka kurash begitu mengental dalam kehidupan masyarakatnya.

Sejak makin terkenal,  terbentuklah wadah organisasi kurash melalui International Kurash Association (IKA) yang didirikan pada tahun 1998, setelah melewati berbagai uji coba untuk penetapan standar olahraga. Di tahun 2017, sudah ada 117 negara  yang tergabung dalam IKA.

Dan pada 24 Januari 2003, kurash juga mencatatkan sejarah, setelah mendapat pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA). Sejak itu, kurash memiliki kemampuan untuk tampil di ajang olahraga terbuka. Berikutnya, kurash pun mendapatkan pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) pada tahun 2005.

IKA sempat mempromosikan  kurash ke Indonesia pada tahun 2011. Namun perkembangan kurash sempat terhenti. Namun di awal tahun 2016, salah satu atlet Judo Indonesia, Krisna Bayu menginisiasi dan mengembangkan kurash dengan nama Kurash Indonesia.

Berdasarkan keputusan pada 15 Juni 2016, kurash disepakati untuk berkembang dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kurash Indonesia.

Dan kini untuk ajang Asian Games 2018, Indonesia sudah mempersiapkan 4 putra dan 4 putri atlet Indonesia yang akan berlaga di cabang olahraga kurash. Mereka adalah Aprilianda Adi Timur, Moch Latif, Nanda Bagus Yuniarta, Bagas Ajaya Hartanto, Anggun Nurajijah, Maria Magdalena Ince, Heka Amaya Sari Sembiring dan Chandra Ariati.

 

Bagaimana menurut pembaca?