Tengok.id, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi atas keputusan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo yang memberhentikan Kepala Sekolah (Kepsek) TK Kartika V-69. Pemberhentian tersebut lantaran tampilan kontroversial siswa TK yang menggunakan cadar dengan replika senjata atau tiruan.

Akibat tampilan siswa siswi TK tersebut, masyarakat pun menjadi heboh karena viral di medsos. Terlebih suguhan tampilan siswa TK tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan karnaval perayaan 17 Agustus di Kota Probolinggo, beberapa waktu  lalu.

“Kami memberikan apresiasi atas langkah Dinas Pendidikan Kota Probolinggo memberhentikan yang bersangkutan,” ujar Susanto, selaku Ketua KPAI kepada Tengok.id, Kamis (23/8/2018).

Menurut Susanto, diberhentikannya Kepala Sekolah TK Kartika dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk dapat mendeteksi adanya kegiatan sekolah yang mengarah pada gerakan radikal.

Bacahttps://tengok.id/peringkat-10-besar-target-minimal/

Susanto menambahkan, KPAI serta masyarakat harus terus mengawasi institusi pendidikan agar bisa menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak di Indonesia.

“Bina sekolah-sekolah agar terus menginisiasi dengan model kegiatan yang membangkitkan religitas, nasionalisme, rasa cinta tanah air, etos belajar dan pilar karakter positif lainnya,” kata Susanto.

Terhitung mulai 23 Agustus 2018, Kepala Sekolah TK Kartika V-69 Hartatik secara resmi dipindahtugaskan sebagai staf di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kota Probolinggo.

Editor : Ari Utari

Bagaimana menurut pembaca?