Tengok.id– Badan Nasional Penanggulangan Benca merevisi jumlah korban tsunami dan hempa di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. BNPB pada pukul 10.00 WIB merilis 48 orang meninggal dunia dan 356 orang luka-luka. Namun sesuai perkembangan di lapangan jumlahnya bertambah banyak. Korban meninggal mencapai 384 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan mengenai kronologo bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di wilayah Donggala dan Palu Sulawesi Tengah

Hingga saat ini korban meninggal 384 orang, 540 orang luka berat, dan 29 lainnya dilaporkan hilang. Data tersebut n hanya untuk wilayah Palu. Karena sampai saat ini, BNPB belum bisa berkomunikasi dengan tim di Donggala.

(baca:Ketinggian Tsunami di Palu Capai 5 Meter)

Menurut perkiraannya jumlah korban akibat gempa di Donggala dan sekitarnya kemungkinan akan terus bertambah. Karena di Palu saja, sudah mencapai 384 orang meninggal dunia.

Korban-korban tersebar di Wirabuana Palu 10 orang, RS Masjid Raya 50 orang, RS Bhayangkara 161 orang, di Desa Pantoloan Induk ada tempat 20 orang. Di Kelurahan Kayumalue Pajeko dua orang dan RS Undata Mamboro Palu 141 orang meninggal dunia.

 


Sedangkan 29 orang yang dinyatakan hilang berasal dari Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu.

Luka berat 540 orang. Sebaran dari korban luka berada di RS Woodward Palu 28 orang, RS Budi Agung Palu 114 orang, RS Samaritan Palu 54 orang, RS Undata Mamboro Palu 160 orang, RS Wirabuana 184 orang,” ujar Sutopo.

Bagaimana menurut pembaca?