Tengok.id-Tak ada kata yang pantas untuk menggambarkan bagaimana kengerian dan kepiluaan warga Perumahan Petabo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pasalnya, pasca gempa dan tsunami seluruh rumah rata dengan tanah. Petabo tinggal kenangan. Padahal kawasan Petabo  terbilang jauh dari bibir pantai.

Menurut Pengakuan warga sekitar, saat gempa terjadi tanah di perumahan ini terbelah-belah, lantas keluar semburan lumpur dari titik titik tanah di kawasan itu dan perlahan menenggelamkan rumah-rumah  warga dan tak lama seluruh rumah di wilayah itu hancur. Akibatnya, ratusan korban tertimbuh tanah dan reruntuhan bangunan.

(Kata Relawan Asing, Bencana Palu dan Donggala Bagai “Neraka”)

Tim SAR Gabungan Polri, TNI dan Basarnas sudah melakukan evakuasi di Perumnas Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tim Polri menurunkan Anjing Pelacak K9. Sedanglan Basarnas menggunakan alat manual karena warga melarang tim evakuasi menggunakan alat berat meski tiga unit eskapator sudah standby di lokasi kejadian.

 

Sejumlah korban meninggal berhasil dievakuasi menggunakan alat manual. Berdasarakn keterangan tim evakuasi Basarnas di Perumahan Petobo, Chandra Kasih itu diperkirakan sekitar empat hektar tanah perumahan berubah menjadi gelombang tanah. Hampir satu kelurahan berubah menjadi padang lumpur.

Bagaimana menurut pembaca?