Tengok.id, Magelang – Guna memfasilitasi para UKM agar semakin kreatif dalam mengembangkan pengolahan makanan, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan tatap muka dengan para penggerak UKM.

Pemerintah menggandeng langsung produsen bahan baku makanan berbasis terigu, PT Sriboga Flour Mills. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produk para UKM. Dalam kegiatan Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi di Magelang ini, hasil yang diharapkan para UKM semakin produktif.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Restrukturisasi Usaha Bidang Peningkatan Kerjasama Investasi, Sri Istiati, belum lama ini. “Para pelaku UMKM di Kabupaten Magelang mengalami kendala mendapatkan bahan baku olahan makanan berupa terigu, karena harganya saat ini melambung tinggi,” ujar Sri.

Ditambahkan Manager Marketing PT Sriboga Flour Mills, Irfan Wahyudi, pihaknya akan membantu UKM tidak hanya dari sisi harga bahan baku saja, tetapi ikut membantu mengatasi persoalan pemasaran dan pembiayaan yang kerap dialami UKM.

Baca: Angka Kemiskinan Turun (Tapi Jumlahnya Masih Besar)

Irfan menawarkan konsep kerjasama usaha melalui dukungan pelatihan bagi UMKM dan penyediaan fasilitas bahan baku maupun gerobak usaha. Khusus pelatihan bagi UMKM, Irfan juga mengharapkan peran Dinas Koperasi dan UKM di setiap daerah dapat dimaksimalkan melalui sinergi kerjasama antara pemerintah, lembaga profesional dan para pelaku UMKM.

“Antusiasme peserta temu bisnis sangat tinggi dan akan segera ditindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan dan dukungan kerjasama dari bahan baku terigu kami untuk para peserta,” kata Irfan.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi UKM, Ahmad Ruswanto, dalam kesempatan yang sama mengatakan potensi industri pengolahan makanan di Magelang patut dimaksimalkan. Karena selain dukungan faktor alam yang subur, Magelang terkenal sebagai daerah penyokong pariwisata bagi Provinsi Yogyakarta melalui produk oleh-oleh khas Magelang dan Yogyakarta.

Dukungan pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM juga datang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng. Totok Kusmintarjo selaku perwakilan BPD Jateng mengatakan, UMKM dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usahanya dengan tingkat suku bunga 7% per tahun. Selain KUR, BPD Jateng juga menawarkan alternatif pembiayaan UMKM melalui Kredit Mitra Jateng yang suku bunganya sama dengan KUR sebesar 7%. ***

Editor: Ari Utari

Bagaimana menurut pembaca?