Tengok.id – Larangan pemotongan hewan qurban di 35 masjid yang terletak di radius 1 kilometer dari venue Pacuan Kuda (Equestrian) Pulomas, Jakarta Timur, menyisakan persoalan besar ; ke mana hewan-hewan qurban itu dipotong?

Abidin, pengurus masjid Al-Hilal, salah satu masjid yang terkena larangan pemotongan hewan qurban, mengatakan bahwa pihaknya akan memotong hewan qurban di rumah pemotongan hewan (RPH) yang sudah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

“Setahu saya pemerintah sudah menyiapkan rumah potong hewan, saya lupa tepatnya di mana. Jadi seluruh hewan qurban akan tetap diterima di Masjid Al Hilal, namun saat tiba hari raya Idul Adha akan dialihkan ke sana (RPH, rumah pemotongan hewan),” kata Abidin saat ditemui Tengok.id di Masjid Al-Hilal.

Setiap tahunnya, kata Abidin, masjid yang berlokasi di Jl Balap Sepeda, Rawamangun itu menerima 20 hewan qurban. “Biasanya 15 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Tapi ya nggak tentu juga,” kata Abidin.

Jamaludin, Imam di Masjid Jami Baabut At-Taubah yang berlokasi di Jl Pulomas Barat, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur atau berjarak sekitar 500 meter dari Pacuan Kuda (Jakarta Equestrian Park) Pulomas, mengaku bahwa pihak masjid belum memutuskan akan melakukan pemotongan hewan qurban di mana.

Meski, katanya, pihak masjid sudah menerima surat edaran dari pihak kelurahan untuk melakukan pemotongan hewan qurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah ditetapkan pemerintah yaitu RPH PD Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur.

Menurut Jamaludin, setiap tahunnya Masjid Jami Baabut At-Taubah menyembelih sekitar 50-80 ekor kambing dan 10 ekor sapi saat Idul Adha.

Ustadz Abdul Rozak, pengurus Masjid Al Ghoni di Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur, mengatakan, pihaknya akan menyembelih hewan qurban di RPH Pulogadung yang terletak sekitar 2 km dari masjid.

Setelah dipotong di RPH, daging-daging tersebut akan diantar menggunakan mobil pick-up yang disediakan pihak masjid, kemudian dibagikan kepada warga di halaman depan masjid.

Baca: Ya Ampun, Warga Pun Dilarang Potong Hewan Qurban

“Rata-rata (masjid) lari ke RPH semuanya. Ditampung dulu (pembeliannya), semuanya dibeli. Ini sunah soalnya, syiar Ialam, setiap mesjid mengharuskan qurban. Jadi, tetap mengadakan tetapi potong di RPH. Beres dipotong, tinggal bagi-bagiin di sini,” kata Ustadz Abdul Rozak.

Kemampuan Terbatas
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Irma Budiany, mengatakan untuk mengakomodir 35 masjid yang terdampak pelarangan, maka pihaknya menyediakan tempat penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung.

Tengok.id kemudian menyambangi RPH PD Dharma Jaya yang terletak di Cakung, Jakarta Timur pada Selasa (7/8/2018). Memiliki lahan yang sangat luas, yaitu 12 hektar. Dengan lahan seluas ini, RPH Cakung mampu menampung kurang lebih 8.000 ekor hewan.

Menurut salah seorang pekerja, Baharudin, saat ini RPH Cakung sudah menampung 3.000 ekor sapi yang siap dipotong untuk dijual saat perayaan Idul Adha, 22 Agustus 2018. Sebanyak 300 ekor di antaranya sudah laku terjual. Ratusan ekor sapi yang sudah terjual itu akan dipotong pas di Hari Raya Idul Adha 1439 H, 22 Agustus 2018.

Marsudin, pekerja lainnya menjelaskan, proses pemotongan hewan biasa dan hewan qurban dilakukan secara berbeda dan membutuhkan waktu yang berbeda pula.

“Ya beda, Mas. Kalo motong hewan biasa paling cuma 30 menit. Tapi kalo motong hewan qurban lebih lama, bisa 2 jam. Soalnya kan kita potong-potong hingga kecil,” kata Marsudin yang mengaku sudah 30 tahun bekerja di RPH Cakung.

Menurut Marsudin, dalam sehari RPH Cakung mampu memotong hewan sebanyak 70 ekor sapi. “Itu pun bukan hewan qurban. Potongan hewan qurban ada cara-cara tertentu, jangan disamakan kayak motong sapi biasa,” kata Marsudin kepada Tengok.id yang menemuinya di RPH Cakung.

Berdasarkan kapasitas potong itu, Marsudin pesimis jika RPH Cakung bisa memotong semua hewan qurban dari 35 masjid yang dilarang melakukan pemotongan. Marsudin mencontohkan, jika setiap masjid selama ini rata-rata melakukan pemotongan hewan qurban sebanyak 10 ekor sapi, maka akan ada 350 ekor sapi hewan qurban yang harus dipotong pada Hari Raya Idul Adha.

“Misalnya ada 30 masjid, biasanya setiap tahunnya mereka menampung 10 hewan, berarti ada 300 hewan. Kalau semuanya ke sini (RPH Dharma Jaya Cakung), saya yakin sampai malam pun nggak akan selesai,” Marsudin menjelaskan.***

Editor: Hasanuddin

Bagaimana menurut pembaca?