Tengok.id, Jakarta – Pemerintah tengah berupaya menggenjot produksi gas bumi demi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menerbitkan neraca gas yang lebih akurat.

“Neraca gas sebagai salah satu upaya dalam mendukung hilirisasi gas yang cukup akurat. Di situ kita lihat potensi suplainya seperti apa, di mana Indonesia ada kelebihan gasnya dan bisa dimanfaatkan, kita bicarakan,” jelas Arcandra, di Kementerian ESDM, Jakarta.(1/10/2018)

Menurut dia, dengan memiliki neraca gas bumi yang baru, pihaknya akan meminta industri gas untuk menyalurkan gasnya sebagai keperluan bahan baku produk petrokimia seperti amoniak, metanol, polietilena, hingga pupuk.

BacaTelkomsel Berikan Layanan Telepon dan Internet Gratis di Palu

Arcandra menegaskan, Indonesia perlu untuk menguatkan hilirisasi gas. Tidak bisa dikerjakan hanya satu atau dua stakeholder saja. Harus dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, pelaku industri maupun mereka yang bergerak di sektor usaha atau perdagangan.

“Ini bagaimana kita bikin strategi yang menyatu, tidak terpisah-pisah antara semua sektor. Baik ESDM, maupun dari Kementerian Perindustrian, Keuangan, mungkin juga kementerian lain, sehingga pemanfaatan gas untuk industri bisa berikan nilai tambah maksimal untuk perekonomian kita,” jelasnya.

Menurutnya, perhitungan sementara dari neraca gas tersebut dari sisi hulu terdapat potensi penerimaan miliaran dolar, begitu juga di sisi hilir. Pemanfaatan bisa dialokasikan untuk industri pengolahan petrochemical, pupuk, dan lainnya.

Editor : Ari Utari

Bagaimana menurut pembaca?