Tengok.id– Peneliti Geofisika Kelautan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho Dwi Hananto mengungkapkan kenapa tsunami besar bisa menerjang wilayah Palu.

Menurutnya di bawah wilayah Palu itu terdapat Sesar Palu Koro yang memiliki sifat mendatar dimana memiliki pergerakan berbeda dari sesar naik dan sesar turun. Pergerakan sesar mendatar itu biasanya hanya bergerak dengan cara bergesekan.

Sesar mendatar, terang Nugroho, sebenarnya tidak menimbulkan guncangan gempa yang besar dan kurang efektif dalam menimbulkan tsunami besar. Tetapi, yang terjadi di Palu diduga tidak sekadar sesar mendatar tetapi kemungkinan memiliki komponen deformasi vertikal sehingga menyebabkan terjadinya tsunami. Apalagi, sesar mendatar, tidak murni mendatar karena ada heterogenitas di bawah permukaan.

(baca:Dana Siap Pakai Senilai Rp 560 Miliar untuk Gempa Palu Donggala)

“Dia bisa mendatar juga tapi miring. Inilah yang mungkin mengoyak kolom air sehingga bisa menghasilkan tsunami,” ujar Nugroho dalam diskusi Analisis LIPI untuk Gempa dan Tsunami Indonesia, di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Selain itu, kawasan teluk di Palu hingga Donggala mempunyai bentuk mirip kanal tertutup dengan bentuk dasar laut yang curam. Karena itu jika ada massa air laut datang gelombangnya lebih tinggi dan kecepatannya lebih cepat.

Kata dia, sebagian besar Sesar Palu Koro kemungkinan besar terdapat di dalam laut dan yang terlihat saat ini hanya sekitar 30 persen. Sebab itu, menurutnya, gempa dan tsunami di Palu menjadi pelajaran penting perlunya data geo-sains yang lebih lengkap agar bisa mengkaji potensi terjadinya gempa yang berasal dari bawah laut.

Pengetahuan soal gempa itu penting karena meningkatkan pengetahuan baru tentang tsunami

Bagaimana menurut pembaca?