Tengok.id- Kurs rupiah pada Rabu sore terus melemah. Pada pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 45 poin menjadi Rp15.061 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.016 per dolar AS.
Menurut analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada dikutip dari antara mengatakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang naik menjadi salah satu faktor pendorong rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS.

“Sentimen obligasi Amerika Serikat itu mendorong aliran dana cenderung keluar dari pasar negara berkembang,” ujar Reza

Kata Reza kenaikan harga minyak mentah dunia turut memberikan imbas negatif bagi mata uang domestik. Sebab kenaikan harga minyak mentah dunia itu dinilai dapat membuat defisit neraca berjalan berpotensi meningkat.

(baca:Rupiah Masih ‘Loyo’, BNI Lakukan Ini)

Di sisi lain, terang dia , keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan juga belum mampu menahan pelemahan rupiah lebih dalam.
Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan pergerakan rupiah masih dibayangi oleh sentimen negatif dari defisit neraca transaksi berjalan. “Kinerja neraca transaksi berjalan masih menjadi perhatian pelaku pasar,” tuturnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (3/10/2018 ), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp15.088 dibanding sebelumnya (1/10/2018) di posisi Rp14.988 per dolar AS.

Bagaimana menurut pembaca?