Tengok.id, Jakarta – Gelaran Internasional IMF-WB Annual Meeting 2018 di Bali yang berjalan pada tanggal 8 Oktober hingga 14 Oktober 2018, memasuki hari ketiga pada Rabu (10/10).

Dalam perhelatan akbar yang dihadiri oleh 34.000 delegasi itu, IMF menilai Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dana untuk membantu menstabilkan ekonomi. Meskipun kini kondisi alam Tanah Air sedang diterjang bencana alam yang bertubi-tubi.

Hal itu disampaikan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde. Menurutnya, Indonesia tidak membutuhkan bantuan maupun pinjaman dari IMF karena kondisi ekonomi dalam keadaan baik.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan, karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya,” kata Lagarde dalam pernyataannya di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

“Ekonomi Indonesia dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi [Joko Widodo], Gubernur Perry, Menteri Sri Mulyani, Menteri Luhut, dan rekan-rekan mereka,” tambahnya.

Baca: Heboh! Terungkap Akun Facebook LGBT

Pada sela-sela kesempatan, Deputi Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI), Agustina Dharmayanti, mengungkapkan adanya 21 proyek yang akan ditandatangani senilai USD13,6 miliar di Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018. Agustina mengatakan penandatanganan kesepakatan investasi untuk proyek-proyek tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis (11/10/2018).

Beberapa investor yang terlibat antara lain Air France-KLM dari Prancis yang bekerjasama dengan PT GMF AeroAsia Tbk untuk pengembangan teknologi pemeliharaan mesin pesawat.

Investasi untuk pengembangan kawasan wisata di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, juga dilakukan dengan melibatkan Indonesia Tourism Development Corporation (Persero) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Perusahaan asal Kanada, Waterbury Farrel, juga akan bekerjasama dengan PT Pindad dengan untuk pembangunan pabrik amunisi di Malang, Jawa Timur. PT ANTAM Tbk juga akan menjalin kesepakatan dengan Ocean Energy untuk proyek nikel di Halmahera Timur.

“Nanti secara lengkap akan disampaikan. Ada juga dari Aluminum Corporation of China Limited (Chalco) untuk proyek kilang smelter grade alumina Juga ada Inalum dengan MIT Energy Initiative,” kata Agustina.

Editor: Ristinanto

Bagaimana menurut pembaca?