Tengok.id, Cirebon – Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, memprediksi bahwa wilayah Cirebon masih berpotensi terjadinya kekeringan ekstrem. Hal ini diimbaukan agar masyarakat terus siaga menghadapi dampak musim kemarau ini.

“Beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan kriteria panjang dan berpotensi kekeringan ekstream,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn.

Menurutnya, daerah yang berkategori kekeringan ekstream meliputi semua wilayah Cirebon, Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu dan Majalengka.

Baca: Ronaldo Cetak Gol Perdana untuk Juve

“Hari tanpa hujan kategori ekstrem tercatat di Cirebon utara, yakni pada pos hujan Wanasaba Kidul mencapai 137 hari, Cangkol 137 hari, Sindang jawa 136 hari, pos hujan TUkmudal 109 hari, Majalengka selatan dan Indramayu,” tuturnya.

Dengan hal ini, ia menyarankan kepada pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan air bersih di wilayah yang diprakirakan terjadi hari tanpa hujan kriterisa panjang atau kekeringan ekstrem.

“Diharapkan pemerintah daerah manapun instansi lainnya juga menyiapkan bantuan air bersih ke daerah tersebut,” ujarnya Ahmad.

Bagaimana menurut pembaca?