Tengok.id – Aura gelaran Asian Games 2018, masih menyelimuti Bumi Pertiwi. Euforia kemenangan di kompetisi olahraga terbesar kedua di dunia itu pun masih terasa begitu kental.

Bagi Indonesia, pesta olahraga multi-cabang terbesar bangsa-bangsa di benus Asia itu berakhir dengan menorehkan tinta emas. Indonesia berada di peringkat 4 dengan raihan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Jauh melebihi target yang dipatok pemerintah yaitu peringkat 10 Besar dengan perolehan 16 – 20 medali emas. Prestasi gemilang para atlet Indonesia itu membungkam cibiran sebagian petinggi dan pesohor di negeri ini yang meragukan berada di peringkat 10 Besar di ajang Asian Games ke-18 tahun 2018

Prestasi gemilang para atlet Indonesia di Asian Games 18 itu harus menjadi spirit bagi para atlet penyandang disabilitas Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games ke-3 tahun 2018 di Jakarta, 6 – 13 Oktober 2018.

Apalagi, dalam hal prestasi, kemampuan para atlet difabel Indonesia tak diragukan. Mereka acap menorehkan prestasi gemilang di ajang kompetisi olahraga internasional.

Di tingkat Asia, misalnya, Indonesia berada di peringkat 9 saat berlaga di Asian Para Games 2 di Incheon, Korsel tahun 2014 dengan perolehan 9 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Mengoreksi posisi sebelumnya yang berada di peringkat 14 ketika berlaga di Asian Para Games 1 di Ghuangzhou, China tahun 2010.

Di tingkat Asia Tenggara (Asean), Indonesia keluar sebagai Juara Umum dalam ASEAN Para Games di Kualalumpur, Malaysia pada September 2017, dengan 126 emas, 75 perak, dan 50 perunggu.

Di tingkat dunia pun para atlet difabel Indonesia mampu mengukir pretasi gemilang. Pada Olimpiade Difabel (Pralympic) tahun 2012 di Inggris, Indonesia meraih satu medali perunggu dari cabang tenis meja meski saat itu kontingen Indonesia hanya memberangkatkan empat atlet.

Baca: Kecelakaan Kerja Sumbang Angka Penyandang Disabilitas di Indonesia

Lalu pada Pralimpik 2016 di Brasil, sembilan atlet difabel Indonesia yang diberangkatkan, juga mampu membawa pulang medali ke Tanah Air. Saat itu Indonesia menyabet satu medali perunggu yang dipersempahkan Ni Nengah Widiasih dari cabang angkat besi.

Berbekal kemampuan dan pengalaman tanding itu, kita tentu optimis jika target peringkat 7 Besar yang dipatok pemerintah dengan raihan 16 – 19 medali emas, mampu tercapai para atlet difabel Indonesia di ajang Asian Para Games 3 tahun 2018 di Jakarta. Bisa jadi juga, melebihi target sebagaimana yang diraih Indonesia di Asian Games 18 tahun 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus – 2 September 2018.

Rasa optimisme itu muncul lantaran dalam gelaran Asian Para Games 3, Tim Indonesia mengerahkan 300 atlet difabel terbaiknya yang akan berlaga di seluruh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Jumlah terbesar yang pernah dikerahkan Indonesia dalam mengikuti berbagai kompetisi olahraga difabel internasional.

Asian Para Games 3 akan mempertandingkan 18 cabor. Sebanyak 2.888 atlet dari 42 negara di Asia, termasuk 300 atlet Indonesia, akan berlaga di Asian Para Games 3 tahun 2018 di Jakarta.

Lalu, bagaimana persiapan Indonesia dalam menghadapi Asian Para Games 3? Cabor apa saja yang menjadi andalan guna mendulang medali? Lalu, siapa saja atlet difabel Indonesia yang selama ini banyak menorehkan prestasi di kompetisi olahraga difabel internasional?

Teman Tengok.id yang baik hati, mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan, Tengok.id akan menyuguhkan aneka berita terkait target 7 Besar yang hendak diraih Indonesia dalam ajang Asian Para Games 3. Kami akan menghadirkan berita-berita yang langsung kami gali dari narasumber yang berkompeten.

Tak ketinggalan, ulasan dan analisa dari para pakar olahraga terkait hajatan Asian Para Games 3 tahun 2018 di Jakarta. Semoga bermanfaat dan selamat mengikuti. Salam.***

Bagaimana menurut pembaca?