Tengok.id, Papua – Warga di Sorong, Papua, yang dipersenjatai dengan pisau, palu, dan aneka senjata lainnya menggeruduk sebuah peternakan/penangkaran buaya. Secara sadis, mereka membantai 292 ekor buaya.

Serangan brutal itu dilakukan warga sebagai balas dendam atas kematian seorang warga yang tewas akibat serangan buaya di penangkaran buaya tersebut. Foto-foto yang dikeluarkan kantor berita Antara menunjukkan bangkai-bangkai berdarah buaya di tumpukan besar.

Aksi brutal warga itu pun mendapat sorotan berbagai media asing. Salah satunya, media Inggris, The Telegraph. Mengutip pernyataan Kepala Badan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Bassar Manulang di Papua Barat, yang dilansir The Telegraph pada Senin (16/7/2018), korban pria berusia 48 tahun telah memasuki peternakan buaya untuk mencari rumput guna pakan hewan. Saat sedang mencari rumput itulah, tiba-tiba ia diserang buaya.

“Seorang karyawan mendengar seseorang berteriak minta tolong. Dia segera pergi ke sana dan melihat buaya sedang menyerang seseorang,” ujar Manullang.

(Baca: Santai Memandikan Buaya Pria Bogor Ini Jadi Viral)

Serangan buaya itu mengakibatkan pria tersebut tewas. Usai dimakamkan, Sabtu (14/7/2018), warga menggeruduk penangkaran buaya dan membunuh seluruh buaya di sana yang berjumlah 292 ekor.

Manullang mengatakan peternakan itu telah diberi izin untuk membiakkan buaya air asin yang dilindungi. Buaya yang berada di lokasi itu pun untuk pelestarian dan juga untuk penangkaran buaya. Tapi salah satu syaratnya adalah bahwa keberadaan reptil-reptil tersebut tidak mengganggu masyarakat.

“Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, pemegang izin peternakan perlu mengamankan daerah sekitarnya,” kata Manullang.

Dia mengatakan pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan pemegang izin peternakan guna penyelidikan lebih lanjut. “Buaya adalah makhluk dewa yang perlu dilindungi juga,” kata Manullang.***

Bagaimana menurut pembaca?