Tengok.id – Euforia pergelaran Asian Games 2018 masih terasa. Terutama prestasi yang diraih kontingen Indonesia di ajang pesta olahraga multievent itu.

Bagaimana tidak, pada multievent empat tahunan ini, Indonesia berhasil menempati peringkat keempat setelah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Tiga negara raksasa olahraga di benua Asia.

Lantas, bagaimana dengan Asian Para Games ke-3 tahun 2018 yang akan dihelat di Jakarta pada 6 – 13 Oktober 2018?

Wakil Direktur Media dan PR INAPGOC, Tina Talisa, berharap event olahraga khusus disabilitas ini bisa menjadi ajang pembuktian bahwa para atlet difabel bisa lebih baik dan lebih berprestasi.

“Kami berharap prestasi atlet-atlet paralimpik Indonesia akan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meraih prestasi di kancah internasional. Sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah terhadap disabilitas,” kata Tina.

Soal prestasi, Indonesia sudah memasang target. Yaitu berada di peringkat 7 Besar dengan torehan 16 hingga 19 medali emas.

“Target saya, Indonesia bisa masuk tujuh Besar. Meleset juga tidak apa-apa. Tidak tujuh Besar, tapi melesetnya ke atas bukan ke bawah. Ya empat Besar juga tidak apa-apa,” kata Joko Widodo, Presiden RI.

“Target 16 medali emas, terpeleset juga tidak apa-apa jadi 20 atau 30 emas,” tambahnya.

Baca: Widi: “Saya Menjawab Keraguan Semua Orang dengan Prestasi”

Target yang dicanangkan pemerintah memang harus lebih baik dari Asian Para Games sebelumnya di Incheon, Korea Selatan, yang berada di peringkat ke-9 dengan torehan 38 medali; 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu. Prestasi ini lebih baik ketimbang Asian Para Games pertama tahun 2010 di Guangzhou, Tiongkok, yang berada di peringkat 14.

Bukan tak mungkin Indonesia mencapai target tersebut, karena Indonesia turun di semua cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Asian Para Games 3 tahun 2018 di Jakarta. Selain itu, faktor tuan rumah pasti akan menjadi motivasi tersendiri.

Mungkin target 16 emas bisa dikatakan menjadi target yang mudah. Mengapa? jika dilihat dari prestasi atlet-atlet difabel Indonesia, cukup mentereng dari berbagai turnamen internasional maupun multi event tingkat ASEAN atau tingkat dunia.

Buktinya, pada pesta olahraga difabel tingkat ASEAN (ASEAN Para Games) tahun lalu di Malaysia, Indonesia menyandang predikat Juara Umum dengan torehan 251 medali; 126 emas, 75 perak dan 50 perunggu.

“Terima kasih para atlet dan semua yang telah mendukung kelancaran perjuangan di Malaysia. Gelar Juara Umum pada ASEAN Para Games 2017 ini menjadi modal bagi Indonesia untuk membidik prestasi pada Asian Para Games 2018,” ungkap Chef de Mission (Cdm) Kontingen Indonesia, Bayu Rhardian, tahun lalu, usai ASEAN Para Games di Malaysia.

“Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk menembus prestasi,” tambahnya.

Para Atlet Andalan

Pada Asian Para Games 2018 ini, setidaknya ada lima cabor yang diandalkan Indonesia untuk meraup medali emas, yaitu para atletik, renang, bulutangkis, angkat besi, dan tenis meja.

Bagaimana menurut pembaca?