Tengok.id – Sejak dibuka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (18/8/2018) malam, gelaran Asian Games ke-18 tahun 2018 yang akan berakhir pada 2 September 2018, sudah berlangsung separuh jalan.

Sebanyak 11.478 atlet dari 45 negara di benua Asia, terus berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi negaranya masing-masing. Hingga hari ketujuh, Sabtu (25/8/2018), sudah 33 negara yang memperoleh medali, dengan jumlah medali yang dibagikan sebanyak 216 medali emas, 216 medali perak, dan 292 medali perunggu.  

Asian Games 18 tahun 2018 akan memperebutkan 462 medali emas dari 462 pertandingan di 40 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Masih tersisa 246 medali emas lagi yang akan diperebutkan di paruh kedua gelaran Asian Games 18 tahun 2018.

Dalam hal perolehan medali, China yang memimpin sejak hari pertama, hingga hari ketujuh (Sabtu, 25/8/2018) masih berada di posisi puncak dengan mengantongi 153 medali (72 emas, 51 perak, dan 30 perunggu).  

Baca: Bulutangkis, Masih Jadi Harapan Indonesia

Di peringkat dua, Jepang dengan 109 medali (34 emas, 32 perak, 44 perunggu). Lalu Korea Selatan di peringkat tiga dengan 84 medali (25 emas, 26 perak, 33 perunggu) disusul Iran di peringkat empat dengan 34 medali (14 emas, 11 perak, 9 perunggu).

Indonesia sendiri berada di peringkat ima dengan perolehan 38 medali (10 emas, 11 perak, 16 perunggu). Bersaing ketat dengan Korea Utara yang sama-sama mengantongi 10 emas. Hanya saja, raihan 5 medali perak dan 6 perunggu, menempatkan Korea Utara di peringkat enam.

medali emas
Aldila Sutjiadi/Christopher

Di hari ketujuh, medali emas ke-10 bagi Indonesia, dipersembahkan Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat dari cabang tenis di nomor ganda campuran. Pasangan Aldila/Chrito meraih emas setelah di babak final mengalahkan ganda campuran asal Thailand, Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana, dengan skor 6-4, 7-5, 10-7 di Tenis Court Center di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8/2018) sore.

Raihan 10 medali emas di hari ketujuh itu kian memantapkan Indonesia menuju posisi 10 Besar, sebagaimana target yang hendak dicapai dalam gelaran Asian Games 18 tahun 2018.  Guna berada di peringkat 10 Besar itu, pemerintah menargetkan perolehan minimal 16 medali emas.

Dengan demikian, kini tersisa (minimal) enam medali emas yang harus diraih para atlet Indonesia. Jumlah minimal enam medali emas itu optimis tercapai di separuh waktu kedua gelaran Asian Games 18 tahun 2018, yang akan berakhir pada 2 September 2018.

 

Lumbung Emas

Sejak hari ini, Minggu (26/8/2018), hingga tujuh hari ke depan, masih ada banyak pertandingan dari sejumlah cabor yang diikuti para atlet Indonesia sehingga menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus menambah pundi-pundi medalinya, terutama medali emas.

Peluang itu akan didapat Indonesia dari beberapa cabor, terutama yang menjadi cabor andalan. Seperti Bulutangkis, Jetski, Pencak Silat, dan Bridge. Pencak Silat dan Bridge bahkan diprediksi akan menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia.

Pencak Silat yang pertandingannya baru dimulai Kamis (23/8/2018) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, merupakan cabor baru yang dipertandingkan di Asian Games 18 tahun 2018.

Mempertandingkan 16 nomor. Yaitu 10 nomor tanding (tujuh putra dan tiga putri) dan enam nomor seni (tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta regu putra dan putri).

medali emas
AMRI RUSDANA

Tim Pencak Silat Indonesia yang berkekuatan 22 atlet akan turun di seluruh nomor yang dipertandingkan. Dari cabor Pencak Silat, pemerintah menargetkan 3 medali emas.

Kendati demikian, Pelatih Kepala Timnas Pencak Silat Rony Syaifulloh menyatakan kesiapan untuk merebut lebih dari target dan menjadi juara umum. “Untuk menjadi juara umum kita harus meraih enam hingga delapan emas,” kata Rony.

Rony tak asal bicara. Pencak Silat Indonesia di kompetisi internasional, menorehkan prestasi gemilang. Menjadi Juara Umum dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat tahun 2016 yang digelar di Bali. Kala itu, Tim Pencak Silat Indonesia menjadi Juara Umum setelah meraih 11 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan.

Capaian serupa juga dipetik para pesilat Indonesia ketika mengikuti pertandingan uji coba Asian Games 18 di Padepokan Pencak Silat TMII, 10  – 15 Februari 2018. Kala itu, tim Pencak Silat Indonesia mendulang 11 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan, dan keluar sebagai Juara Umum. Prestasi serupa, tentunya bisa dicapai para pesilat Indonesia dalam Asian Games 18 tahun 2018.

Selain Pencak Silat, cabor lainnya yang diprediksi akan menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia adalah cabor Bridge. Seperti halnya Pencak Silat, Bridge juga merupakan cabor baru yang dipertandingkan di Asian Games.  

medali emas
Bridge

Dalam Asian Games 2018, bridge akan memainkan enam nomor. Masing-masing adalah tim putra (men team), tim putri (women team), tim beregu campuran (mix team), tim beregu campuran super (supermixed team), duet putra, dan duet putri.

Dari cabor Bridge, pemerintah menargetkan perolehan dua medali emas yaitu dari nomor men team dan supermixed team. Tetapi target dua medali emas itu diyakini akan terlampaui mengingat tim Bridge Indonesia termasuk salah satu tim Bridge terkuat di dunia.   

Berbagai prestasi dunia telah ditorehkan tim Bridge Indonesia. Misalnya, Juara Umum turnamen “Windy City Regional Championship” yang diselenggarakan di Chicago, Amerika Serikat, 10 – 14 Juli 2018.

Ketika itu, tim Bridge Indonesia yang disiapkan untuk berlaga di Asian Games 18 tahun 2018, meraih 4 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari 6 nomor yang dimainkan di kejuaraan di Chicago tersebut.

Sebelumnya, gelar Juara Umum juga diraih dalam dua turnamen internasional lainnya. Yaitu “36th International Bridge Festival Albena 2018” di Bulgaria (19 juni-1 Juli 2018) dan “Music City Summer Sectional Tournament” di Nashville, AS, pada 6-8 Juli 2018.

Sebelumnya lagi, pada Test Event Road to 18th Asian Games 2018 di Depok, Jawa Barat, pada November-Desember 2017, Indonesia juga meraih 4 medali emas, 1 medali perak, dan 2 perunggu dari 6 nomor yang dimainkan.

Di luar Pencak Silat dan Bridge yang menjadi cabor paling diandalkan dalam mendulang medali emas di Asian Games 18 tahun 2018, beberapa cabor lain juga berpotensi meraih medali emas.  Antara lain Bulutangkis (ganda putra dan ganda campuran yang hari Minggu ini memasuki babak Semifinal), Jetski, Panahan (putri), Voli Pantai (putra) yang kini memasuki Semifinal, Atletik (lari 100 meter), dan beberapa cabor lainnya.

Dari pemaparan di atas, raihan minimal enam medali emas di paruh kedua gelaran Asian Games 18 tahun 2018, bukan hal yang mustahil dicapai Indonesia. Target Indonesia masuk 10 Besar di ajang Asian Games 18 tahun 2018, tampaknya sudah di depan mata.***

 

medali emas

Bagaimana menurut pembaca?